Selasa, 22 Mei 2012

Tikus Betina...



Source ; Cover Detik edisi 30 April 2011


Peta permainan sedari tadi diselonjorkan
Biji dadu digulir meluncur berguling – guling
Dan sang pemain menunggu dengan was – was sambil memicingkan bola mata
Bibir sang pemain yang dipulas gincu semerah darah babi gelisah
Dahinya yang lebar berkerut
Dahinya yang lebar disemangati bulir – bulir keringat
Kalah telak.
Sedang sang lawan yang tadinya kawan tertawa terbahak – bahak
Perut buncitnya naik turun sambil berkata ;
Betina…
Kau hanya makhluk kecil bodoh
Kau belum pantas bermain disini
Kau hanya pantas berlenggok di atas panggung kecilmu dalam kamar suamimu
Ataupun berlagak putri – putrian dengan betina - betina sejenismu
Yang suka pakai kancut dan bra warna – warni memamerkan tubuh.
Betina….
Kau yag dulu diagungkan sebagai representasi para betina negeri ini
Negeri goblok yang mengukur dan menimbang – nimbang betina betina sepertimu
Dengan timbangan yang mereka buat sendiri.
Adakah timbangan mereka menimbang masuk dalam moralmu.
Baakkkhhh….. moral???
Mereka yang menimbangmu pun lebih melirik pada ukuran bramu itu
Dan mungkin sedikit kecakapan bahasamu.
Betina…
Punyakah kau cermin?
Bercerminlah dan lihatlah kau sekarang.
Dari seorang putri menjelma menjadi seekor tikus got.
Atau haruskan ku panggil ratu sekarang?
Ratu para tikus got.
Tikus got yang kalah dan terjebak.
Betina….
Punyakan kau banyak uang?
Cobalah dulu kau jilati pemain lain dengan lembaran – lembaran berbau surga itu.
Baaakhh… mereka kebanyakan itu juga tikus got sepertimu.
Hanya saja mereka itu klan tikus got berwajah malaikat.
Klan itu ada kalanya jinak – jinak merpati
Betina….
Jikalau  kau berkenan mendengarkan nasehatku sesama tikus got ini
Bermainlah dengan cerdas
Jika terpaksa, kau harus sedikit menggadai tubuh molekmu itu.
Dan pada akhirnya…
Kita akan lihat nanti seberapa cerdasnya kau menjilat
Dan memenangkan kembali permainan ini.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar